jalanku
Jalan ku Hampir dua tahun ini, kutenteng dan kubungkus rapi kertas harapan yang saya perjuangkan selama empat tahun terakhir. Lulusan sarjana pendidikan islam yang tertera jelas di kertas itu selalu kusodorkan kesana-sini berharap ada yang mau menerima. Benar, dua tahun ini aku selalu mencari pekerjaan bukan hanya di lembaga pendidikan saja, melainkan kesetiap ujung kota. Selama itu pula rasa kecewa, hancur, dan pupus harapan selalu ternyiyir tatkala satpam, resepsionis, HRD ataupun pemilik perusahaan bersuara “Maaf, anda belum masuk kriteria kami”. Sejenak, ku bersender di lampu jalan taman kota untuk memikirkan apa yang kurang dalam perjuanganku selama ini. Adakah keganjilan atau ketidak-halalan dalam perjuanganku sehinggu terasa begitu sulit mencari pekerjaan walaupun menenteng ijazah S1. Terlintas di benak “apakah ini keadilan-MU?” tatkala orang kaya membuang seenaknya sisa makanan dan gelandangan memungut d...