Menganalisa Video

Video Pertama
                Dalam video pertama di gambarkan seorang menggunakan patung yang di ikat atau di hubungkan dengan sang pelaku pertunjukan untuk mengikuti  apa yang di kerjakan atau di peragakan sang tokoh pertunjukan. Dari video tersebut maka dapat kita analogikan kedalam pembelajaran yakni apabila seorang guru mengerjakan sesuatu maka siswa tersebut selalu mengikutinya. Misalkan apabila guru berkata kotor maka otomatis siswa menirunya ,maupun sebaliknya. Apabila sang guru berperilaku baik maka siswa akan mencontoh apa yang guru tersebut lakukan. Seperti pepatah bijak orang jawa “GURU = di Gugu lan di Tiru”.

Video Kedua
                Di dalam video kedua, di tayangkan seorang anak kecil yang bercita-cita menjadi smart phone karena menggap dirinya kalah menarik dengan smartphone sehingga posisinya tergantikan dengan smartphone. Sangat menyedihkan memeang, karena  saya sendiri menganggap smartphone begitu penting dan akan “klabrakan” apabila saya pergi dengan tidak membawa smarphone. Dan saya pula merasa bahwa video tersebut menyadarkan kepada saya bahwa smartphone terlalu menguras waktu kita sehingga kita lupa akan orang-orang di dekat kita yang menyayangi kita lebih daripada apapun. Dalam video tersebut dapat di simpulkan lagi bahwasannya psikology anak sangatlah di pengaruhi oleh orang tuanya. Sehingga apapun yang di lakukan orang tua anak pasti tau dan jika orang tua tudak menyadari kesalahannya maka anak tersebut lambat laun meniru perilaku orang tuanya itu.
                Sebagai guru yang notabenennya adalah orang tua kedua bagi anak maka sudah selayaknya guru menasehati anak untuk tidak meniru hal-hal buruk orang tua tersebut dan menghibur anak tersebut dengan memposisikan dirinya menjadi orang tua kedua bagi anak sehingga sakit hati ataupun kesepian anak dapat terobati.




By Fajar Al Aziz

PAI/IV/A

Komentar